Menu

Kapal Pengguna APBS Dapat Discount 50%

сайты ярославля - Каталог сайтов

Dengan kedalaman -13 mLWS dan lebar 150 m, APBS menjamin keamanan pelayaran. Tetapi masih dimasalahkan.

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) lewat tangan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya dan Kantor Syahbandar & Otoritas Pelabuhan Gresik (KSOP), telah mengeluarkan ketentuan mewajibkan kapal dengan draft 8,4 meter Low Warer Spring (mLWS) keatas, harus lewat acces channel Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), ketika akan masuk/keluar Pelabuhan Tanjung Perak. Dasar pertimbangan yang digunakan meliputi; Surat Perjanjian Kerjasama Kemenhub dengan PT Pelindo III tentang penyediaan pelayanan jasa penggunaan APBS, Rekomendasi  KSOP Tanjung Perak perihal keselamatan/keamanan APBS, rekomendasi siap operasi Kepala Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Surabaya, rekomendasi keselamatan pelayaran terkait pengoperasian APBS dari KSOP Gresik dan Berita acara observasi alur lama APBS tanggal 4 Desember 2015.

Berdasar pedoman di atas, telah disusun Standar Operasi Prosedur (SOP) keselamatan berlayar pada APBS. Khusus kapal dengan draft 8,4 sampai 9,5 mLWS diberi kemudahan dapat diskon channel fee sampai 50%, yang berlaku selama satu tahun mulai 19 Desember 2015. Sesuai kebijakan itu, pengusaha pelayaran dan Operator Terminal (OT) Pelabuhan Tanjung Perak mendapat jaminan keamanan bagi kapal yang akan masuk/keluar Tanjung Perak.

“APBS dibangun dengan tujuan memperlancar arus distribusi logistik nasional khususnya perekonomian Jawa Timur. Dengan kedalaman alur -13 mLWS dan lebar 150 m, pelayaran jadi lebih aman dan produktif. Seiring hal tersebut, shipping line akan bisa memaksimalkan muatan kapal-kapal petikemas atau non petikemas untuk melayani jalur domestik dan internasional” jelas Direktur Utama PT APBS Bambang Suharto kepada Maritim pekan lalu.

 

Jaminan Keamanan

Kendati sosialisasi pengoperasian APBS sudah dilakukan sejak bulan Juli 2015, termasuk memberi gambaran keberhasilan  penerapan channel fee di Alur Barito di Kalimantan Selatan, ketika akan dipraktikkan di APBS, ternyata masih muncul resistensi dari fihak-fihak yang kurang memahami. Bahkan bila channel fee yang mereka nilai memberatkan, terdapat fihak yang menyatakan berniat menolak menggunakan alur baru APBS, dan akan tetap memakai alur lama yang tidak menerapkan channel fee. Seperti diketahui semua fihak, Kemenhub merumuskan ketentuan besaran tarif untuk kapal besar dengan muatan lebih banyak, juga mengharuskan kapal dengan kedalaman  lebih 9,5 mLWS untuk melewati alur baru. Hal itu disebabkan penilaian bahwa APBS telah sesuai dengan  SOP Protap Syahbandar serta SOP Administrasi Otoritas pelabuhan.         

Lebih jauh dijelaskan, selain pengusaha pelayaran merasakan manfaat pengoperasian alur baru APBS yang diresmikan Presiden Jokowi tanggal 22 Mei 2015 tahun lalu seiring dengan peresmian fasilitas Terminal Teluk Lamong (TTL). Sementara itu secara teknis Kemenhub juga telah memberi ijin operasi terhadap APBS sejak 19 Desember 2015. Maka untuk kedepan, pengelola terminal seperti; Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Nilam, Berlian, Teluk Lamong dan Tanjung Perak termasuk nantinya Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) yang akan mengangkut muatan lebih banyak dengan kapal-kapal besar.

Bambang Suharto juga mengatakan, manfaat itu akan dinikmati perusahaan-perusahaan industri yang mengoperasikan terminal/pelabuhan untuk kepentingan sendiri, antara lain PT Petrokimia Gresik yang kini dengan mudah dapat memasukkan kapal-kapal mereka yang butuh kedalaman sampai -11,5 mLWS. Sejauh ini alur baru APBS telah dapat dilewati kapal-kapal dengan draft 12 meter, dengan memanfaatkan alur untuk dua arah. Sejak resmi dioperasikan bulan Oktber 2015, alur baru APBS telah tercatat dilayari oleh 27 unit kapal.

 

Beri Insentiv

Kepada Maritim di Surabaya, Dirut APBS tak menampik kenyataan adanya fihak-fihak tertentu yang mempersoalkan hak penggunaan alur palayaran lama di luar APBS. Terkait hal itu, Bambang Suharto menjelaskan: “Ada beberapa pilihan untuk kapal melewati alur lama atau alur baru APBS. Tetapi kalau mereka menabrak aturan yang dikeluarkan oleh mandatory, bila terjadi accident dan hal-hal yang diluar dugaan, tanggungjawabnya ada di perusahaan pelayaran.  Sejauh ini ini memang sudah dikeluarkan deklarasi kedalaman alur pelayaran, termasuk pada alur lama. Tetapi deklarasi itu harus tetap mempertimbangkan jaminan keamanan dengan manual 10% terhadap kapal yang akan masuk ke pelabuhan. Pengertian kedalaman alur yang sesungguhnya adalah kedalaman secara keseluruhan. Jadi kalau dideklrasikan kedalaman -9,5 mLWS atau draft >8,6 meter, berarti menyangkut seluruh panjang dan lebar alur yang semua berkedalaman -9,5 mLWS. Padahal kondisi sesungguhnya yang terjadi di alur lama Tanjung Perak tidak demikian”.

Kondisi eksisting alur lama telah banyak yang mengalami abrasi dan sedimentasi selama bertahun-tahun hingga alur lama mengalami penyempitan/pendangkalan. Sebagai solusi, APBS menyediakan alur baru berkedalaman -13 mLWS dan lebar 150 m, yang sudah di-state secara internasional, hingga sudah resmi diketahui oleh perusahaan pelayaran besar luar negeri.

Menutup keterangannya, Dirut PT APBS Bambang Suharto mengatakan dengan gaya berpromosi: “Memanfaatkan acces channel APBS selain aman dan nyaman, masih mendapat insentif berupa discount 50% channel fee selama satu tahun !”.

                                                                                                            ***ERICK  A.M.

Sumber : Tabloid Maritim

 

справочник предприятий - организации россии

Career

Sitemaps

Related Company